Pengertian Firma

Firma adalah asosiasi antara dua atau lebih individu sebagai pemilik untuk menjalankan perusahaan dengan tujuan mendapatkan laba. Untuk mendirikan persekutuan firma tidak dibutuhkan pengakuan resmi dari instansi pemerintah.

Sifat Persekutuan Firma

  1. Bentuk firma ini telah digunakan baik untuk kegiatan usaha berskala besar maupun kecil.
  2. Dapat berupa perusahaan kecil yang menjual barang pada satu lokasi, atau perusahaan besar yang mempunyai cabang atau kantor di banyak lokasi
  3. Masing-masing sekutu menjadi agen atau wakil dari persekutuan firma untuk tujuan usahanya
  4. Pembubaran persekutuan firma akan tercipta jika terdapat salah satu sekutu mengundurkan diri  atau meninggal.
  5. Tanggung Jawab seorang sekutu tidak terbatas pada jumlah investasinya.
  6. Harta benda yang diinvestasikan dalam persekutuan firma tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing sekutu.
  7. Masing-masing sekutu berhak memperolah pembagian laba persekutuan firma.

Kelebihan Persekutuan Firma

  1. Relatif mudah dalam pendirian dan pembubaran.
  2. Kebebasan serta keluwesan  dalam kegiatannya
  3. Suatu kesatuan usaha yang melaporkan pajak, bukan yang membayar pajak.

Kekurangan  Perseroan Terbatas dibanding Firma

  1. Membutuhkan modal yang cukup besar
  2. Kesatuan usaha yang membayar pajak, laba perseroan terkena tarif pajak perseroan.

Pencatatan Investasi Sekutu

  1. Investasi para sekutu dapat dilakukan dalam bentuk  uang kas atau aktiva lainnya seperti yang ditetapkan dalam perjanjian persekutuan firma
  2. Jika  investasi dalam bentuk aktiva, maka sebaik nya dicatat  sesuai dengan persetujuan, dan perkiraan modal masing-masing sekutu di kredit sebesar  jumlah investasi masing-masing.
  3. Untuk memenuhi keadilan, aktiva yang ditanamkan oleh para sekutu harus dilaporkan dengan nilai pasarnya yang wajar.

Pembagian Laba Rugi

Para sekutu dapat menyetujui setiap cara pembagian laba dan rugi yang mereka kehendaki. Laba dan rugi pada umumny dibagi menurut salah satu dari cara-cara berikut ini :

  1. Merata (yakni dengan membagi secara merata atas laba dan rugi yang diperoleh)
  2. Laba dan Rugi dibagi dalam Rasio Arbitrary
  3. Laba dan Rugi Dibagi dalam Rasio Modal Sekutu (para sekutu dapat menyetujui untuk membagi laba dengan rasio modal sekutu)
  4. Pembagian Laba dan Rugi dengan Memberikan Bunga atas Modal Sekutu.
  5. Laba dan Rugi Dibagi dengan Memberikan Gaji atau Bonus kepada Sekutu.
  6. Laba dan Rugi dibagi dalam perhitungan Laba Rugi.

Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang berdiri sendiri yang diatur berdasarkan undang-undang.

Ciri-ciri Perseroan Terbatas

  1. Badan Hukum yang Terpisah (Separate Legal Existence). Perseroan dapat memperoleh, mempunyai dan menjual atas namanya sendiri.
  2. Hak Pemilikan yang dapat Dipindahkan (Transferable Units of ownership) Hak pemilikan atas PT dapat terdiri dari beberapa kelompok yang dapat dipindah-pindah kan yang namanya saham.

Hak-Hak utama Pemegang Saham, meliputi

  1. Hak Suara (the right to vote)
  2. Hak Memperoleh Pembagian Laba (the right to share in distribution of learning)
  3. Hak untuk mempertahankan bagian modal yang dimiliki dengan jalan membeli secara proporsional dari setiap tambahan jumlah saham yang ditentukan.
  4. Hak atas pembagian harta pada saat likuidasi
  5. Perseroan dapat mengeluarkan satu atau beberapa saham dengan pemberian hak-hak istimewa (Preferred Stock). Hak-hak istimewa ini dapat berupa pembagian laba atau hak terlebih dahulu atas harta perusahaan jika perusahaan dilikuidasi. Jadi pemegang saham preferen akan dipenuhi terlebih dahulu pembagian dividennya, sebelum pembagian kepada pemegang saham biasa (Common Stock)

 Saham Preferen dapat dibagi atas

  1. Saham preferen berpartisipasi dan tidak berparti sipasi.
  2. Saham preferen komulatif dan tidak komulatif
  3. Hak-Hak Istimewa lainnya.

Saham Tidak Berpartisipasi (non participacing) yakni saham yang diberikan hak istimewa kepada pemegang saham seperti saham preferen

Saham Preferen yang Berpartisipasi yakni Jika jumlah dividen yang diberikan kepada para pemegang saham preferen lebih besar dari jumlah yang ditentukan (bisa disebabkan krn laba perusahaan lebih besar)

Saham Preferen Komulatif dan Tidak Komulatif adalah Jika jumlah dividen yang diterima para pemegang saham tersebut tidak mencapai jumlah dividen yang telah ditetapkan.

Perbedaan agen dan cabang

Agen Penjual :

  •  Struktur organisasi dan kegiatan terlepas dari kantor pusat atau berdiri sendiri.  Oleh karena itu satu kantor agen dapat mengageni beberapa perusahaan. Sehingga kantor agen tidak bertanggungjawab ke kantor pusat  tetapi bertanggungjawab pengelola agen.
  •  Kegiatan  kantor agen tidak terbatas pada usaha untuk memperoleh pesanan dan calon pembeli saja. Dengan demikian agen hanya sebagai fungsi pemasarnya saja.
  • Investasi kantor pusat ke agen hanya sebatas modal kerja saja.

Kantor Cabang :

  • Struktur organisasi dan kegiatan tidak terlepas dari kantor pusat. Sehingga kantor cabang bertanggung jawab penuh atas segala aktivitasnya ke manajemen kantor pusat.
  • Kegiatan kantor cabang tidak terbatas pada usaha untuk memperoleh pesanan saja tetapi juga usaha untuk memenuhi pesanan yang dpt diambil dari persediaan sendiri maupun persediaan kantor pusat.
  • Investasi kantor pusat ke cabang tidak hanya sebatas modal kerja saja tetapi semua fasilitas yang dibutuhkan dalam mendirikan kantor cabang dan permulaan operasinya kantor cabang

Operasi Agen Penjual

  • Semata-mata hanya sebagai organisasi penjualan lokal.
  • Tidak menyelenggarakan persediaan.
  • Agen penjual biasanya diberi dana kerja yang digunakan untuk membayar biaya yang dapat dibayar dengan lebih mudah melalui agen penjual. Sistem imprest  biasanya digunakan untuk mengendalikan uang kas agen penjual.

Beberapa catatan penting dalam pencatatan akuntansi untuk Agen Penjual :

  1. Pencatatan yang dilakukan menyangkut  ikhtisar penerimaan dan pengeluaran dana kerja dan catatan penjualan kepada pelanggan.
  2. Dengan sistem imprest kantor pusat menulis selembar cek kepada agen penjual sebesar dana kerja.   Pencatatan Kantor Pusat à Dana Kerja Agen Penjual (D) dan Kas (K)
  3. Agen Penjual akan meminta pengisian kembali dana kerja jika dana sudah menipis, disertai laporan pengeluaran pos dan voucher yang dibayar.
  4. Pada saat pengisian kembali dg pengiriman cek kepada agen penjual. Pencatatan Kantor pusat à Beban/Perkiraan lainnya (D), Kas (K)

Beberapa catatan penting dalam pencatatan akuntansi untuk Kantor Cabang :

(1)  Pencatatan Cabang di Kantor Pusat

(2)  Pencatatan Cabang baik di Cabang maupun di Kantor Pusat.

(3)  Penyelenggaraan Catatan Cabang di Cabang sendiri.

Catatan cabang dikantor pusat :

  1. Transaksi cabang dapat dicatat dalam buku harian kantor pusat dan buku besar atau seperangkat catatan yang terpisah.
  2. Data diberikan oleh cabang dalam bentuk dokumen asli yang membuktikan transaksi cabang didukung oleh voucher asli.

Pencatatan Cabang baik di Cabang maupun di Kantor Pusat

  • Cabang dapat menyelenggarakan catatan asli (books original entry) untuk semua transaksi sebagai salinan.
  • Salinan buku pencatat asli ini dikirimkan ke kantor pusat, dimana data dibukukan pada perkiraan cabang yang diselenggarakan tersendiri atau dibukukan dalam buku besar umum kantor pusat.

Hubungan Pusat-Cabang yaitu hubungan  antara  kantor pusat (utama) dengan kantor pengembangan/ perwakilan yang  skala usaha nya lebih  kecil dan  merupakan bagian dari  kantor pusat tersebar di daerah-daerah lain.

Sistem Sentralisasi

  • Dalam sistem sentralisasi, akuntansi kantor cabang diselenggarakan oleh kantor pusat, jadi hampir mirip dengan pencatatan kantor agen dimana rugi-laba kantor agen dipisahkan dari rugi-laba kantor pusat.
  •  Sistem ini cocok dipakai apabila kantor cabang letaknya dekat dengan kantor pusat  dan kegiatan kantor cabang masih terbatas/ kantor cabang masih relatif kecil.

Sistem Desentralisasi

  • Pencatatan transaksi di kantor cabang diselenggarakan oleh kantor cabang  sendiri. Namun bila dikehendaki  oleh kantor pusat maka terdapat pos-pos tertentu  yang pencatatannya dilakukan oleh kantor pusat.
  • Hal   yang   penting mengenai   akuntansi dan pencatatan sistem desentralisasi  terhadap transaksi yang  menghubungkan  antara  Pusat  dengan  cabang  adalah  Rekening  Koran  Timbal  Balik (R/K).  Sehingga  pencatatan  setiap  transaksi  dalam  jurnalnya  juga sedikit  berbeda  dengan  jurnal  biasa.
  • Transaksi  keuangan  kantor cabang  di dalam  sistem desentralisasi dikelompokkan menjadi 2 transaksi, yaitu:

1)  Transaksi antara kantor cabang dengan  kantor pusat.  Transaksi  ini akan memengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini dicatat baik oleh   kantor cabang maupun kantor pusat.

2)  Transaksi antara kantor cabang dengan pihak ketiga. Transaksi  ini tidak mempengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini tidak  dicatat oleh   kantor pusat.

Contoh transaksi yg memengaruhi kantor pusat dan kantor cabang

1)    Pengiriman  kas (aktiva)  dari  kantor Pusat ke kantor cabang dan sebaliknya

2)    Pengiriman barang  dagang dr kantor  Pusat ke cabang dan sebaliknya

3)    Pembebanan biaya  oleh  ktr  Pusat  kpd  kantor cabang dan sebaliknya

4)    Pengakuan laba/rugi kantor cabang:

5)    Penagihan  piutang kantor  pusat  oleh  kantor  cabang dan sebaliknya

Masalah Khusus Hubungan Kantor Pusat dan Kantor Cabang

  • Kantor cabang di luar negeri.
  • Pengiriman barang ke cabang dinota di atas harga pokok.
  • Pengiriman aktiva antar cabang atas perintah kantor pusat.

Karakteristik Investasi Jangka Pendek

  1. Dapat diuangkan setiap saat
  2. Keputusan untuk menjual kembali surat-surat berharga tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen.

Tujuan Investasi Jangka Panjang

(1)  Untuk mendapatkan sumber penghasilan tetap

(2)  Untuk membentuk /penyisihan dana khusus

(3)  Untuk mengendalikan usaha dan manajemen perusahaan lain.

(4)  Untuk mengurangi persaingan di antara perusa haan-perusahaan sejenis.

(5)  Untuk mendapatkan pasaran dari produk yang dihasilkan dan supply bahan baku yg diperlukan.

Surat (Hutang) Obligasi adalah merupakan pengakuan hutang dari pihak yang mengeluar kan kepada pihak lain yang membeli

Masalah Akuntansi Obligasi :

  1. Masalah-Masalah Akuntansi yang timbul pada saat obligasi diperoleh/dibeli.
  2. Masalah-masalah akuntansi selama pemi  likan obligasi
  3. Masalah akuntansi pada saat pelunasan, penjualan kembali dan lain peristiwa yang mengakibatkan berakhirnya pemilikan obligasi tersebut.
About these ads

One Response to “Pengertian Firma”

  1. Terima kasih kak sangat membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: